Sabtu, 29 Desember 2012

Hukum Einstein Buktikan Keberadaan Hantu?

Headline

Para pencari hantu amatir ini sering kali kedapatan membawa peralatan elektronik yang diyakini membantu menemukan energi halus. Meski para pemburu hantu ini telah bertahun-tahun berupaya keras menemukan bukti keberadaan hantu, sejauh ini belum ada bukti yang cukup ‘bagus’ yang menyatakan keberadaan hantu.
Banyak pemburu hantu yakin, dukungan kuat keberadaan hantu bisa ditemukan dalam fisika modern. Khususnya seperti pada salah satu pemikir sains terbesar sepanjang masa, Albert Einstein, yang menawarkan dasar ilmiah untuk realitas hantu.
Sebuah pencarian Google baru-baru ini memunculkan hampir delapan juta hasil pencarian. Semuanya menunjukkan hubungan antara hantu dan pekerjaan Einstein yang meliputi konservasi energi.
Tak hanya itu, pernyataan ini diulang oleh banyak ahli di bidang ini. Contohnya, peneliti hantu John Kachuba dalam bukunya ‘Ghosthunters’. Ia menulis, “Einstein membuktikan semua energi alam semesta adalah konstan dan itu tak bisa diciptakan atau dihancurkan”.
Lalu, apa yang terjadi pada energi itu saat manusia meninggal? “Jika itu tidak bisa dihancurkan, menurut Einstein, energi ini akan menjadi bentuk lain. Apa energi baru itu? Bisakah kita menyebutnya ciptaan baru hantu?,” lanjutnya.
Ide ini muncul dan disajikan sebagai bukti pada hampir semua situs bertema hantu. Contohnya, sebuah kelompok bernama Tri County Paranormal menyatakan, “Albert Einstein mengatakan, energi yang tak bisa diciptakan atau dimusnahkan itu hanya bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Saat hidup, manusia memiliki energi listrik dalam tubuh. Apa yang terjadi pada listrik di tubuh yang membuat jantung berdetak dan manusia bisa bernapas? Hingga kini, belum ada jawaban untuk hal itu”.
Sebenarnya, jawabannya sangat sederhana dan sama sekali tidak misterius. Setelah seseorang meninggal, energi dalam tubuh pergi ke energi dari semua organisme pergi setelah mati, yakni ke lingkungan.
Saat manusia mati, energi yang tersimpan dalam tubuh dilepaskan dalam bentuk panas, dan dipindahkan ke dalam hewan yang memakan tubuh manusia seperti binatang liar jika mayat dibiarkan tak terkubur, atau cacing dan bakteri jika dikuburkan serta tanaman.
Jika tubuh manusia dikremasi, energi dalam tubuh akan dilepaskan dalam bentuk panas dan cahaya. Saat manusia makan tumbuhan dan hewan mati, manusia mengonsumsi energi dan mengubahnya untuk digunakan sendiri.
Makanan dimetabolisme saat dicerna, dan reaksi kimia melepaskan energi yang dibutuhkan hewan untuk hidup, bergerak, bereproduksi dan lainnya. Energi itu tidak dalam dalam bentuk bola energi elektromagnetik yang bersinar, melainkan berbentuk panas dan energi kimia.
Banyak pemburu hantu mampu mendeteksi medan listrik hantu. Di sisi lain, benar adanya, proses metabolisme manusia dan organisme lain menghasilkan arus listrik dengan tingkat yang sangat rendah dan energi ini tak lagi dihasilkan saat mati.
Karena sumber energi dan arus listrik berhenti seperti bola lampu mati saat dimatikan, sebagian besar ‘energi’ yang ditinggalkan tiap orang yang sudah mati butuh bertahun-tahun untuk masuk kembali ke lingkungan dalam bentuk makanan dan sisanya menghilang tak lama setelah kematian.
Energi itu sendiri tidak dalam bentuk yang bisa dideteksi setahun kemudian dengan perangkat berburu hantu populer detektor seperti medan elektromagnetik (EMF). Pemburu hantu yang mengulang klaim teori-teori Einstein ini memberi dasar yang kuat untuk mengungkap sedikit tentang hantu dibanding kurangnya pemahaman pada sains.
Hantu mungkin memang ada namun baik Einstein maupun hukum-hukum fisikanya masih belum mampu menunjukkan hantu adalah nyata. [mdr]
http://www.inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar