Sabtu, 29 Desember 2012

Roket Air, Kesederhanaan Ilmu Fisika

Roket Air, Kesederhanaan Ilmu Fisika
Bila berkunjung ke Pusat Peragaan Iptek di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, kita akan melihat perangkat water rocket atau roket air. Roket air adalah salah satu wahana yang menjadi favorit para pengunjung. Setiap hari ada pertunjukan pembuatan sekaligus peluncuran roket air untuk para pengunjung yang rata-rata murid sekolah dasar dan menengah.

Roket air merupakan bentuk praktik dari pelajaran atau teori fisika yang biasa dipelajari di sekolah. Khususnya mengenai tekanan dan gaya dorong yang disebabkan udara. Cara membuatnya sangat sederhana, hanya dari dua buah botol plastik bekas minuman yang diberi sayap di bagian bawahnya sehingga menyerupai bentuk roket.

Kemudian botol diisi air. Setelah siap, roket dihubungkan dengan pompa udara. Dengan tekanan udara dari pompa roket pun meluncur. Tak hanya menjadi wahana praktik, roket air ternyata sudah dikenal di kalangan komunitas pecinta ilmu pengetahuan.Roket air hanya satu dari 300 wahana di Pusat Peragaan Iptek TMII yang bisa dinikmati. Semua dirancang agar ilmu pengetahuan yang terkesan rumit menjadi mudah dipelajari dengan cara yang lebih menyenangkan. Sementara itu di Yogyakarta ada suatu tempat yang disebut Taman Pintar. Kenapa disebut begitu?. Ternyata di taman itu memang banyak permainan yang dijamin bisa membuat anak lebih pintar. Ada yang namanya dinding berdendang atau permainan alat katrol.

Cukup hanya mengeluarkan uang Rp 5.000 , Anda dan buah hati tercinta akan dimanjakan dengan beragam alat peraga mulai dari antariksa, fisika hingga budaya. Lebih jauh tentang PP Iptek bisa disimak dalam video berita ini.(ADO)

Sarjana Fisika Buat Pesawat Dipandu Wikipedia

Sarjana Fisika Buat Pesawat Dipandu Wikipedia
Setelah menempuh studi fisika di universitas sebelum kemudian menggeluti bisnis perangkat keras komputer, warga Nairobi, Kenya, Gabriel Nderitu, berhasil merakit pesawat bertempat duduk dua. Hal itu dilakukan, setelah ia membaca prinsip-prinsip aeronotika dari Internet.

"Minat masa kecilku adalah dunia penerbangan, maka itu mungkin ini adalah karir yang tak kesampaian yang saya coba lagi ciptakan,” kata Nderitu kepada Citizen TV Kenya, belum lama ini.

Kini, ahli pesawat Kenya itu tengah menyelesaikan sentuhan-sentuhan akhir untuk pesawat seberat 800 kilogram dan diciptakan dari mesin Toyota NZE itu. Sayapnya dibuat dari lembar alumunium dan yang menutup hidung pesawat adalah propelar sepanjang 74 inci yang menghasilan putara 4.000 rotasi per menit.

Konstruksi pesawat itu dimulai sejak setahun lalu dibantu lima asistennya, yang masing-masing diupah US$ 8.000 tau Rp 72 juta. Kepada the Guardian, Inggris, Nderitu bercerita bahwa untuk merancang pesawat itu dia mesti mengunduh dulu 5 GB data, dengan Wikipedia menjadi referensi utama untuk informasinya itu.

"Ini agak seperti menemukan kembali roda. Bukan mencontoh dan menjiplak. Ini adalah perkara membaca sains mengenai pesawat,” kata Nderitu.

Kendati begitu, semua upaya keras Nderitu tidak dijamin berakhir bahagia seperti kisah-kisah Hollywood. Sepertinya liputan media yang luas atas inovasinya itu juga menarik perhatian Otoritas Penerbangan Sipil Kenya yang kemudian menyarankan Nderitu menghentikan proyeknya itu.(ANT/SHA)

Tornado Sebesar Lima Kali Bumi Ditemukan

Tornado Sebesar Lima Kali Bumi Ditemukan
Tornado merupakan peristiwa alam mematikan yang benar-benar dahsyat di Bumi. Miliaran dolar uang setiap tahunnya dikerahkan untuk membantu kerusakan properti. Tetapi, tornado tersebut masih belum apa-apa ketimbang tornado raksasa jenis baru ini. 

Menurut laporan situs Today In Tech, Jumat (30/3), Para ilmuwan, baru-baru ini, menemukan supertornado raksasa di permukaan Matahari yang berukuran lima kali lebih besar dari planet kita sendiri. Gas yang berputar-putar itu ditemukan oleh satelit Solar Dynamic Observatory di NASA pada September 2011.

Kabar tentang keberadaan tornado ini telah disampaikan dalam Pertemuan Astronomi Nasional 2012, Kamis (29/3), di Inggris. Dengan kecepatan angin di 186.000 mil per jam, tornado ini benar-benar membuat badai di Bumi terlihat jauh lebih kecil. Badai Terestrial tidak sama persis mendapatkan panas seperti tornado raksasa ini. Suhu Badai surya ini berkisar antara 90.000 dan 3,6 juta derajat Fahrenheit.

Sementara para ilmuwan sudah banyak meneliti tornado matahari besar di masa lalu, yang satu ini merupakan yang terbesar dan mudah diamati. Penyebab badai ini diyakini karena perputaran medan magnet Matahari. (JAY/MEL)

Wow... Anak Autis Ciptakan Teori Relativitas

Wow... Anak Autis Ciptakan Teori Relativitas
 Anak Autis berusia 12 tahun membuat heboh dunia pendidikan. Pasalnya, anak ini memiliki IQ lebih tinggi dari Einstein. Bahkan ia mengembangkan teori relativitas sendiri. Anak ajaib ini membuat profesor di universitasnya terkejut setelah bergulat dengan beberapa konsep yang lebih maju dalam matematika. Jacob Barnett memiliki IQ 170, lebih tinggi dari Albert Einstein. Profesor di universitasnya pun mengajukan Barnett untuk memperoleh gelar PHD.

Jake belajar sendiri kalkulus, aljabar, geometri, dan trigonometri dalam seminggu. Saat ini dia ikut mengajarkan teman-teman sekelasnya setelah waktu kuliah. Dan sekarang Jake telah memulai proyek yang paling ambisius, teori relativitas Einstein versi dirinya.Ibunya, tidak yakin apakah anaknya sedang berbicara omong kosong atau jenius, dengan mengirimkan video teorinya ke Institut terkenal untuk pendidikan tingkat tinggi di dekat Universitas Princeton.

Menurut Indiana Star, profesor Lembaga Astrofisika, Scott Tremaine, yang merupakan ahli terkenal di dunia, mengonfirmasi tentang keaslian teori Barnett. Dalam sebuah email ke keluarga, Tremaine menuliskan rasa takjubnya. "Aku terkesan dengan ketertarikannya dalam fisika dan ia telah belajar banyak sejauh ini."Kerja anak ini melibatkan beberapa masalah paling sulit dalam astrofisika dan terori fisika. Siapa pun yang memecahkan ini bisa mendapat hadiah Nobel," ujarnya.

Ibunya, Kristine Barnett, 36 tahun, dan anggota keluarga lainnya mengaku, matematika tetap menjadi pelajaran rumit bagi mereka. Namun berbeda dengan Jake. "Saya tidak suka matematika, saya tahu matematika ini tidak untuk saya". Sementara Jake memang sudah menyukai hitung-hitungan sejak kecil. "Setiap kali saya mencoba berbicara tentang matematika dengan siapa pun di keluarga saya mereka hanya menatap kosong, " ujarnya.

Jake didiagnosis dengan sindrom Aspergers, bentuk ringan dari autis, sejak usia dini. Orangtuanya khawatir ketika Jake tidak bicara sampai usia dua tahun, dia mencurigakan padahal dididik normal. Saat Jake mulai tumbuh besar, mereka menyadari karunia khusus untuk puteranya. Kecerdasan Jake sudah terlihat sejak kecil. Pada usia tiga tahun, ia memecahkan 5.000 potong puzzle dan ia bahkan mempelajari peta jalan negara, membaca setiap jalan dan mengingatnya. Pada usia delapan tahun, ia telah meninggalkan sekolah tinggi dan ikut pendidikan di Indiana University-Purdue University Indianapolis di astrofisika. (DailyMail/MEL)

Peluruhan Langka Ancam Runtuhkan Teori Utama Fisika

Teori yang mengklaim keberadaan superpartikel
Large Hadron Collider di Swiss

Para peneliti di Large Hadron Collider (LHC), Swiss, telah mendeteksi sebuah peluruhan langka dari satu partikel yang bisa meruntuhkan teori supersymmetry, salah satu teori utama dalam fisika.

Supersymmetry atau SUSY merupakan teori yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah inkonsistensi dalam teori Model Standar, teori tradisional fisika subatomik yang paling banyak diakui oleh para ilmuwan di dunia.

Hasil pengamatan terbaru yang dilaporkan dalam konfrensi Fisika Hadron Collider di Kyoto, Jepang yang digelar sejak 12 November kemarin,  menunjukan perbedaan dengan kebanyakan model SUSY yang dipercaya para fisikawan.

Professor Chris Parkes, salah satu peserta konfrensi yang berasal dari Inggris kepada BBC menjelaskan bahwa "Supersymmetry mungkin belum mati, tetapi hasil termutakhir ini jelas telah menempatkannya di rumah sakit."

Teori SUSY mengklaim keberadaan dari superpartikel atau versi lebih besar dari partikel-partikel yang sebelumnya sudah ditemukan di alam atau yang sudah dikenal manusia. 

Keberadaan partikel-partikel itu bisa menjelaskan mengapa galaksi berotasi lebih cepat dari yang dijelaskan dalam teori Model Standar. Para fisikawan menduga selain partikel-partikel yang sudah diketahui, galaksi juga mengandung material gelap yang disusun oleh partikel-partikel super. Karenanya galaksi mengandung lebih banyak massa bisa dideteksi dan berputar lebih cepat.

Adalah para peneliti di detektor LHCb yang menemukan cacat dalam teori itu. Sebelumnya diperkirakan bahwa sebuah partikel bernama Bs Meson jika diluruhkan akan pecah menjadi dua partikel yang dikenal sebagai muon. Tetapi dalam uji coba ditemukan dari setiap sejuta kali peluruhan, hanya tiga kali sebuah partikel Bs Meson luruh menjadi dua muon. Jika superpartikel memang benar-benar ada - seperti yang didalilkan dalam teori SUSY - maka peluruhan itu seharusnya lebih sering terjadi.

Tes peluruhan itu sendiri merupakan salah satu "golden test" atau ujian utama dalam membuktikan teori supersymmetry.

Professor Val Gibson dari tim LHCb Cambridge mengatakan hasil tes itu menempatkan "teori supersymmetry kita dalam keraguan."

Jika SUSY bukan penjelasan yang tepat untuk materi gelap, maka para ilmuwan harus mencari gagasan alternatif lain untuk menjelaskan inkonsistensi yang terjadi dalam Model Standar. Tetapi sejauh ini, para fisikawan yang berusaha untuk mencari penjelasan alternatif - yang disebut "fisika baru" - untuk anomali pada Model Standar masih menemui jalan buntu.

"Jika fisika baru ada, maka ia bersembunyi dengan sangat baik di belakang Model Standar," jelas Dr. Marc-Olivier Bettler dari Cambridge, salah seorang tim analisis dalam uji coba itu.

Sementara itu menurut Parkes, hasil tes itu memang belum menafikan keberadaan dari superpartikel. Hanya saja kini mereka sudah "kehabisan lokasi untuk mencari."

Hukum Einstein Buktikan Keberadaan Hantu?

Headline

Para pencari hantu amatir ini sering kali kedapatan membawa peralatan elektronik yang diyakini membantu menemukan energi halus. Meski para pemburu hantu ini telah bertahun-tahun berupaya keras menemukan bukti keberadaan hantu, sejauh ini belum ada bukti yang cukup ‘bagus’ yang menyatakan keberadaan hantu.
Banyak pemburu hantu yakin, dukungan kuat keberadaan hantu bisa ditemukan dalam fisika modern. Khususnya seperti pada salah satu pemikir sains terbesar sepanjang masa, Albert Einstein, yang menawarkan dasar ilmiah untuk realitas hantu.
Sebuah pencarian Google baru-baru ini memunculkan hampir delapan juta hasil pencarian. Semuanya menunjukkan hubungan antara hantu dan pekerjaan Einstein yang meliputi konservasi energi.
Tak hanya itu, pernyataan ini diulang oleh banyak ahli di bidang ini. Contohnya, peneliti hantu John Kachuba dalam bukunya ‘Ghosthunters’. Ia menulis, “Einstein membuktikan semua energi alam semesta adalah konstan dan itu tak bisa diciptakan atau dihancurkan”.
Lalu, apa yang terjadi pada energi itu saat manusia meninggal? “Jika itu tidak bisa dihancurkan, menurut Einstein, energi ini akan menjadi bentuk lain. Apa energi baru itu? Bisakah kita menyebutnya ciptaan baru hantu?,” lanjutnya.
Ide ini muncul dan disajikan sebagai bukti pada hampir semua situs bertema hantu. Contohnya, sebuah kelompok bernama Tri County Paranormal menyatakan, “Albert Einstein mengatakan, energi yang tak bisa diciptakan atau dimusnahkan itu hanya bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Saat hidup, manusia memiliki energi listrik dalam tubuh. Apa yang terjadi pada listrik di tubuh yang membuat jantung berdetak dan manusia bisa bernapas? Hingga kini, belum ada jawaban untuk hal itu”.
Sebenarnya, jawabannya sangat sederhana dan sama sekali tidak misterius. Setelah seseorang meninggal, energi dalam tubuh pergi ke energi dari semua organisme pergi setelah mati, yakni ke lingkungan.
Saat manusia mati, energi yang tersimpan dalam tubuh dilepaskan dalam bentuk panas, dan dipindahkan ke dalam hewan yang memakan tubuh manusia seperti binatang liar jika mayat dibiarkan tak terkubur, atau cacing dan bakteri jika dikuburkan serta tanaman.
Jika tubuh manusia dikremasi, energi dalam tubuh akan dilepaskan dalam bentuk panas dan cahaya. Saat manusia makan tumbuhan dan hewan mati, manusia mengonsumsi energi dan mengubahnya untuk digunakan sendiri.
Makanan dimetabolisme saat dicerna, dan reaksi kimia melepaskan energi yang dibutuhkan hewan untuk hidup, bergerak, bereproduksi dan lainnya. Energi itu tidak dalam dalam bentuk bola energi elektromagnetik yang bersinar, melainkan berbentuk panas dan energi kimia.
Banyak pemburu hantu mampu mendeteksi medan listrik hantu. Di sisi lain, benar adanya, proses metabolisme manusia dan organisme lain menghasilkan arus listrik dengan tingkat yang sangat rendah dan energi ini tak lagi dihasilkan saat mati.
Karena sumber energi dan arus listrik berhenti seperti bola lampu mati saat dimatikan, sebagian besar ‘energi’ yang ditinggalkan tiap orang yang sudah mati butuh bertahun-tahun untuk masuk kembali ke lingkungan dalam bentuk makanan dan sisanya menghilang tak lama setelah kematian.
Energi itu sendiri tidak dalam bentuk yang bisa dideteksi setahun kemudian dengan perangkat berburu hantu populer detektor seperti medan elektromagnetik (EMF). Pemburu hantu yang mengulang klaim teori-teori Einstein ini memberi dasar yang kuat untuk mengungkap sedikit tentang hantu dibanding kurangnya pemahaman pada sains.
Hantu mungkin memang ada namun baik Einstein maupun hukum-hukum fisikanya masih belum mampu menunjukkan hantu adalah nyata. [mdr]
http://www.inilah.com

Terpecahkan, Misteri E=mc2 Einstein


Konsorsium yang dipimpin oleh Laurent Lellouch dari Pusat Teori Fisika Prancis dengan menggunakan superkomputer tercanggih berhasil melakukan perhitungan untuk memperkirakan berat proton dan netron. Partikel yang merupakan inti dari sebuah atom.

Berdasarkan model fisika partikel konvensional, proton dan netron berisi partikel yang lebih kecil disebut quark yang dilekatkan oleh gluon.Masalahnya, berat gluon sama dengan kosong dan massa quark hanya lima persen. Lalu menimbulkan pertanyaan mengenai sisanya sebesar 95 persen.
Jawabannya, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada journal Science AS, dengan mengukur energi pergerakan dan interaksi quark dan gluon.

Dengan kata lain, energi dan massa adalah setara, sebagimana yang dipaparkan Einstein pada Special Theory of Relativity pada 1905.Formula e=mc2 menunjukkan massa dapat diubah menjadi energi dan energi bisa diubah ke massa.Dengan mengetahui seberapa besar energi yang akan dilepas jika sejumlah massa dikonversi ke energi, rumus ini telah digunakan berulang kali kebanyakan sebagai dasar membuat bom atom.

Namun memecahkan e=mc2 dalam skala partikel sub-atom dalam rumus yang disebut quantum chromodynamics sangatlah sulit.